MALANG – Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menyambut hangat kunjungan studi kampus dari SMAN 1 Puncu, Kabupaten Kediri, pada Senin (20/4/2026). Bertempat di Aula Gedung Sains dan Teknologi lantai 4, acara ini menjadi momentum penting bagi para siswa untuk memperluas pandangan mengenai masa depan pendidikan tinggi.
Kunjungan ini dikoordinasikan dengan apik oleh Ibu Fifi Framelia, S.Si., yang memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Acara dipandu oleh Ibu Kurniawati, M.Kom., yang bertindak sebagai moderator, menghidupkan suasana diskusi antara pihak kampus dan para peserta.

Rombongan SMAN 1 Puncu didampingi langsung oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Bapak Bambang Supriyadi, S.T., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan realita tantangan pendidikan di wilayahnya. Beliau mengungkapkan bahwa minat siswa untuk melanjutkan ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) masih tergolong minim, yang salah satunya dipengaruhi oleh kondisi lingkungan pedesaan yang kurang mendukung iklim akademik.
“Harapan besar kami adalah anak didik kami memiliki motivasi yang kuat untuk kuliah. Kami ingin mereka menambah wawasan yang lebih luas dan tidak hanya terpaku pada lingkungan saat ini. Itulah maksud dan tujuan utama kami hadir di UIN Malang,” ujar Bapak Bambang dengan penuh harap.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Admisi UIN Malang, Kyai Muhammad Jamaluddin Ma’mun, M.Si., memberikan respons yang sangat inspiratif. Sebagai seorang dosen di Fakultas Psikologi sekaligus alumni UIN Malang, beliau secara lantang memberikan suntikan motivasi kepada para siswa. Dengan latar belakang keilmuan psikologinya, Kyai Jamaluddin membedah hambatan mental dan memberikan perspektif baru tentang pentingnya meraih mimpi melalui pendidikan tinggi.
Antusiasme siswa terlihat sangat tinggi saat sesi materi berlangsung di bawah panduan moderator Ibu Kurniawati. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan yang muncul dari para siswa, menciptakan suasana diskusi yang hidup. Namun, karena keterbatasan waktu, panitia melakukan penyaringan terhadap pertanyaan yang masuk. Bagi siswa yang belum sempat bertanya, pihak kampus mengarahkan mereka untuk berinteraksi melalui media sosial resmi atau layanan helpdesk Admisi UIN Malang.
Tak hanya soal motivasi mental, aspek teknis mengenai peluang masuk perguruan tinggi juga dikupas tuntas oleh Bapak Muhammad Abdullah Amir, Lc. Beliau memberikan materi pembekalan mengenai berbagai jalur masuk serta beragam skema beasiswa yang tersedia di UIN Malang sebagai pandangan konkret bagi siswa di masa depan.

Acara ditutup dengan prosesi penyerahan cinderamata antara kedua belah pihak sebagai simbol jalinan silaturahmi. Sesi foto bersama di Gedung Saintek pun mengakhiri rangkaian kegiatan dengan suasana penuh keakraban dan optimisme.





