MIU Login

Langkah Strategis Dirikan Fakultas Kedokteran, Admisi UIN Sunan Kalijaga Benchmarking ke Admisi UIN Maliki Malang

MALANG – Semangat kolaborasi antar-Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) kembali diperkuat melalui kunjungan kerja Tim Admisi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ke Kantor Admisi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada Kamis, 8 Januari 2026. Kunjungan ini berfokus pada agenda benchmarking terkait sistem Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Fakultas Kedokteran.

Kehadiran rombongan dari Yogyakarta disambut hangat oleh Kepala Bagian Admisi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Kyai Muhammad Jamaluddin Ma’mun, M.Si, beserta seluruh jajaran tim admisi Bapak Muhammad Abdullah Amir, Lc dan Kurniawati, S.Kom., M.Kom di ruang pertemuan utama Kantor Admisi.

MISI MEMBANGUN FAKULTAS KEDOKTERAN

Ketua Admisi UIN Sunan Kalijaga, Dr. Handini, S.I.Kom., M.I.Kom, menyampaikan bahwa kunjungan ini memiliki nilai historis dan strategis bagi kampus dihalamannya. Beliau menegaskan bahwa UIN Sunan Kalijaga tengah serius mempersiapkan berdirinya Fakultas Kedokteran (FK), sehingga membutuhkan referensi best practice dari institusi yang telah sukses mengelolanya.

“Kami datang ke Malang dengan satu tujuan utama: belajar. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang telah memiliki rekam jejak yang sangat baik dalam pengelolaan PMB Kedokteran. Pengalaman inilah yang ingin kami serap untuk membangun fondasi Fakultas Kedokteran di UIN Sunan Kalijaga agar dapat berjalan optimal sejak awal,” ungkap Dr. Handini.

PERTUKARAN PENGALAMAN DAN SISTEM SELEKSI

Dalam pertemuan tersebut, Kyai Muhammad Jamaluddin Ma’mun, M.Si sebagai ketua admisi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memaparkan secara detail mekanisme seleksi mahasiswa kedokteran di UIN Malang, yang mencakup:

  1. Standardisasi tes akademik dan kesehatan.
  2. Integritas sistem seleksi berbasis offline dan Online
  3. Sinkronisasi antara nilai-nilai keislaman dan kompetensi medis dalam profil lulusan.
  4. Strategi memberikan informasi beasiswa untuk pendidikan dokter dan banyak hal lainnya

“Kami sangat terbuka untuk berbagi pengalaman. Sinergi antar-PTKIN adalah kunci agar kita semua bisa maju bersama. Pendirian Fakultas Kedokteran di lingkungan UIN adalah langkah besar untuk mencetak dokter-dokter yang tidak hanya ahli secara medis, tapi juga memiliki kedalaman spiritual,” ujar Kyai Jamaluddin.

HARAPAN KE DEPAN


Pertemuan ini diakhiri dengan diskusi teknis mengenai manajemen data dan strategi promosi PMB. Melalui benchmarking ini, diharapkan UIN Sunan Kalijaga dapat segera mengakselerasi proses pembukaan Fakultas Kedokteran dengan mengadopsi sistem seleksi yang ketat, transparan, dan berkualitas sebagaimana yang telah diterapkan di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

发表回复

您的邮箱地址不会被公开。 必填项已用 * 标注

Berita Terkait