Malang — Semangat untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan layanan akademik menjadi salah satu penggerak penting dalam membangun perguruan tinggi yang unggul. Semangat tersebut tampak dalam kunjungan jajaran pimpinan UIN Jogja ke ruang Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) sebagai bagian dari silaturahim sekaligus berbagi pengalaman mengenai pengembangan institusi, khususnya Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK).
Kunjungan tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Jogja, Prof. Dr. Istiningsih, M.Pd., bersama Kepala Biro Administrasi Umum dan Keuangan (Karo AUK), Dr. Ali Sodik, S.Ag., M.A. Kehadiran rombongan disambut hangat oleh Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., CAHRM., CRMP., didampingi Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Prof. Dr. H. M. Abdul Hamid, S.Ag., M.A., Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (Karo AAK), Ita Hidayatus Sholihah, S.Ag., M.M., serta Ketua Admisi UIN Malang, Muhammad Jamaluddin Ma’mun, M.Si.
Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Selain menjadi momentum mempererat silaturahim antarpimpinan perguruan tinggi, kunjungan tersebut juga menjadi ruang dialog dan pembelajaran bersama mengenai bagaimana mengembangkan unit akademik yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan mahasiswa.

Salah satu perhatian utama yang disampaikan dalam pertemuan adalah mengenai pengembangan FKIK. Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Jogja menyampaikan ketertarikannya untuk mendapatkan arahan, pengalaman, serta berbagai pembelajaran dari UIN Malang dalam mengembangkan FKIK agar dapat tumbuh semakin kuat, berkualitas, dan memiliki daya saing.
UIN Malang dipandang memiliki pengalaman yang menarik untuk dipelajari dalam mengembangkan bidang kedokteran dan kesehatan dalam lingkungan perguruan tinggi Islam. Karena itu, kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk berdiskusi secara langsung mengenai berbagai aspek pengembangan FKIK, mulai dari penguatan akademik, pengelolaan kelembagaan, layanan kepada mahasiswa, hingga peluang pengembangan program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Dalam dialog tersebut juga mengemuka pandangan bahwa bidang kedokteran dan ilmu kesehatan memiliki kebutuhan yang besar di tengah masyarakat. Kehadiran program pendidikan di bidang tersebut bukan hanya menjadi pilihan akademik bagi mahasiswa, tetapi juga memiliki posisi strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu berkontribusi dalam pelayanan kesehatan.
Antusiasme rombongan UIN Jogja untuk belajar dan mendapatkan pengalaman dari UIN Malang mendapat sambutan positif dari Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., CAHRM., CRMP. Rektor menyampaikan apresiasi atas kedatangan jajaran UIN Jogja dan melihat semangat tersebut sebagai bagian penting dari upaya bersama untuk terus meningkatkan kualitas perguruan tinggi.
Rektor juga menyambut dengan senang hati kehadiran jajaran UIN Jogja yang datang untuk berdiskusi dan belajar. Menurutnya, budaya saling berbagi pengalaman antarpPerguruan Tinggi Keagamaan Islam merupakan langkah positif untuk membangun kemajuan bersama.
Semangat tersebut mencerminkan bahwa kemajuan perguruan tinggi tidak hanya dibangun melalui kompetisi, tetapi juga melalui kolaborasi dan kemauan untuk saling belajar. Setiap institusi memiliki pengalaman, kekuatan, dan praktik baik yang dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan institusi lainnya.
Kunjungan ini pun diharapkan tidak berhenti sebagai pertemuan silaturahim, tetapi dapat berkembang menjadi komunikasi dan kerja sama yang lebih luas di masa mendatang. Berbagai pengalaman yang diperoleh UIN Jogja dari UIN Malang diharapkan dapat menjadi bahan dalam merancang pengembangan FKIK yang semakin relevan, berkualitas, dan memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa serta masyarakat.
Bagi UIN Malang, kehadiran jajaran UIN Jogja juga menjadi bentuk apresiasi sekaligus kepercayaan terhadap berbagai pengalaman yang telah dikembangkan. Sementara bagi UIN Jogja, kunjungan tersebut menjadi momentum untuk menyerap berbagai inspirasi dan pembelajaran dalam membangun institusi yang semakin kuat.
Dari ruang Rektor, dua institusi saling bertukar gagasan. Dari semangat belajar, lahir inspirasi. Dan dari silaturahim, terbuka peluang kolaborasi untuk membangun pendidikan tinggi Islam yang semakin maju dan berdampak.