MIU Login

Asosiasi Admisi PTKIN Resmi Dibentuk, Perkuat Internasionalisasi dan Tata Kelola PMB yang Kompetitif!

Asosiasi Admisi PTKIN Resmi Dibentuk, Perkuat Internasionalisasi dan Tata Kelola PMB yang Kompetitif

JAKARTA — Proses evaluasi Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PMB PTKIN) tahun 2026 mencatat sejarah baru. Bertempat di The Grand Platinum Jakarta, Selasa (12/05/26) para pengelola admisi PTKIN dari seluruh Indonesia secara resmi mendeklarasikan berdirinya Asosiasi Admisi PTKIN sebagai wadah koordinasi, standarisasi, dan pengembangan strategi rekrutmen mahasiswa baru di lingkungan Kementerian Agama RI.

Pembentukan asosiasi ini diproyeksikan menjadi langkah strategis untuk memperkuat tata kelola admisi PTKIN agar semakin profesional, kompetitif, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan digitalisasi pendidikan tinggi.

Ketua Panitia Nasional PMB PTKIN 2026, Prof. Dr. Abd. Aziz menegaskan bahwa deklarasi tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan respons nyata terhadap kebutuhan integrasi sistem dan penguatan kualitas layanan admisi PTKIN di seluruh Indonesia.

“Evaluasi tahun ini menunjukkan tren positif, namun tantangan ke depan menuntut kita bergerak lebih solid. Asosiasi ini hadir untuk memastikan bahwa setiap gerbang masuk PTKIN memiliki standar layanan dan sistem keamanan data yang seragam serta tangguh,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Koordinator Penjamin Mutu PMB PTKIN, Prof. Zulfahmi Alwi menyoroti pentingnya validitas proses seleksi mahasiswa baru. Menurutnya, kualitas lulusan PTKIN sangat dipengaruhi oleh kualitas input mahasiswa yang diperoleh melalui sistem seleksi yang kredibel dan objektif.

“Tugas kami memastikan instrumen seleksi tetap relevan dan objektif. Dengan adanya asosiasi ini, kontrol kualitas terhadap proses admisi di seluruh satker PTKIN akan lebih terukur dan memiliki payung koordinasi yang jelas,” jelasnya.

Dalam forum tersebut, delegasi dari Tim Admisi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Muhammad Abdullah Amir, Lc turut memberikan pandangan strategis terkait penguatan kelembagaan admisi PTKIN. Ia menyampaikan pentingnya pelurusan dan penguatan struktur organisasi admisi PTKIN agar lebih tertata dan berjalan sesuai dengan jobdesk masing-masing.

Menurutnya, kejelasan struktur organisasi akan sangat berpengaruh terhadap efektivitas koordinasi, pengelolaan data, strategi promosi, hingga peningkatan layanan calon mahasiswa baru di setiap PTKIN.

Usulan tersebut mendapat perhatian serius dalam forum evaluasi dan menjadi salah satu pembahasan penting dalam proses pembentukan Asosiasi Admisi PTKIN. Diskusi kemudian berkembang pada kebutuhan kepemimpinan yang mampu menyatukan visi pengelolaan admisi PTKIN secara nasional.

Dalam deklarasi tersebut, Handini dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Asosiasi Admisi PTKIN periode pertama. Sebagai praktisi komunikasi dan admisi, Handini menegaskan komitmennya untuk membawa asosiasi menjadi ruang kolaborasi dan transformasi strategi promosi PTKIN di era digital.

“Ini adalah amanah besar untuk menyatukan visi para pengelola admisi. Fokus awal kami adalah memperkuat kolaborasi lintas kampus, berbagi best practice dalam pengelolaan pendaftaran, serta melakukan transformasi strategi komunikasi agar PTKIN menjadi pilihan utama bagi generasi Z dan Alpha,” tegas Handini.

Deklarasi asosiasi ini juga sejalan dengan semangat internasionalisasi PTKIN yang sebelumnya disampaikan Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama RI, Prof. Sahiron. Dalam rapat koordinasi PMB PTKIN, Prof. Sahiron menegaskan bahwa PTKIN harus mampu memperkuat rekognisi global dan mengambil peran strategis dalam target pemerintah menjadikan Indonesia sebagai destinasi pendidikan internasional.

Pemerintah sendiri menargetkan peningkatan jumlah mahasiswa asing di Indonesia hingga mencapai 100 ribu mahasiswa secara nasional. Untuk mendukung target tersebut, Kementerian Agama tengah menyiapkan berbagai skema beasiswa internasional dan penguatan promosi kampus PTKIN melalui digital branding, kerja sama internasional, hingga program visiting professor.

Melalui pembentukan Asosiasi Admisi PTKIN ini, diharapkan seluruh pengelola admisi mampu bergerak lebih terintegrasi dalam meningkatkan kualitas layanan penerimaan mahasiswa baru sekaligus memperkuat posisi PTKIN sebagai kampus Islam yang unggul, modern, dan berdaya saing global.

发表回复

您的邮箱地址不会被公开。 必填项已用 * 标注

Berita Terkait